banner

Mencegah Demam Tifoid atau Tifus

Demam tifoid ( atau yang biasa disebut tifus ) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penularan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhii karena tidak terjamin kebersihannya. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang salah satunya di Indonesia. Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat 22 juta penderita demam tifoid baru. Menurut Riskesdas 2007,angka kejadian demam tifoid nasional sebanyak 1,6 % dengan angka kejadian di Provinsi Sulawesi Utara sepertiga dari angka nasional tersebut.

 

Penyakit ini memiliki gejala utama demam yang disertai dengan adanya keluhan sakit kepala, mual,muntah, sakit perut, perut kembung, sembelit ataupun diare serta penurunan nafsu makan. Gejala ini muncul sekitar 7 -14 setelah tubuh terinfeksi Salmonella typhi. Demam dan gejala lainnya dapat menetap bahkan lebih dari seminggu dan kondisi ini dapat memburuk dalam beberapa minggu jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang dapat terjadi jika penyakit ini tidak ditangani adalah perdarahan saluran pencernaan (usus halus).

 

Terdapat beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis demam tifoid, namun hal tersebut harus dikonsultasikan ke dokter agar pemeriksaan yang dilakukan tepat.

 

Di Indonesia, vaksin tifoid sebagai pencegahan demam tifoid menjadi imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah, tapi belum masuk ke kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak yang berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun. Seperti pada vaksin-vaksin lainnya, vaksin tifoid tidak memberikan perlindungan 100 persen. Anak yang sudah diimunisasi tifoid tetap dapat terinfeksi, namun tingkat infeksi yang dialami anak yang sudah divaksin tidak akan seberat mereka yang belum divaksin sama sekali. Vaksinasi juga dianjurkan bagi orang yang berniat bekerja atau bepergian ke daerah yang sedang dilanda kasus penyebaran tifus. Vaksinasi tifus harus dipadukan dengan perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih, serta kebiasaan hidup sehat. Perhatikan hal-hal berikut ini untuk menghindari risiko menderita penyakit:

 

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan dan minuman, serta setelah buang air atau membersihkan kotoran dan setelah memegang hewan peliharaan/ternak. Gunakan hand-sanitizer jika tidak tersedia air untuk mencuci tangan.
  • Jika Anda akan bepergian ke tempat yang memiliki kasus penyebaran tifus, sebaiknya pastikan air yang akan diminum sudah direbus dengan baik. Jika harus membeli minuman, sebaiknya beli air minum dalam kemasan.
  • Minimalkan konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena mungkin sudah terpapar bakteri.
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah, kecuali Anda mengupas atau mencucinya sendiri dengan air bersih.
  • Sebaiknya gunakan air matang untuk menggosok gigi atau berkumur, terutama jika Anda sedang berada di tempat yang tidak terjamin kebersihan airnya.
  • Bersihkan toilet secara teratur.

 

Penyakit demam tifoid hanya bisa ditangani dengan pemberian antibiotik. Namun pemberian antibiotik ini haruslah dikonsultasikan kepada dokter. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat menimbulkan resistensi kuman sehingga jika menderita sakit tersebut di kemudian hari, pengobatannya akan menjadi lebih sulit dan mahal.  Oleh karena itu, jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, segeralah periksakan diri anda ke dokter !

By: dr. Gledys Monica

 

 

Soldier of God

 

Alamat Radio
Depan SPBU Kakaskasen 2
Kota Tomohon Sulawesi Utara

Happy Holy Kids Tomohon

 

Contact Person
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
No tlpn kantor: 0431-356364

Rumah Kost Eirene

 

Contact Interaktif
No tlpn interaktif: 0431-354100
SMS: 085256434100
Home Artikel News Kesehatan Mencegah Demam Tifoid atau Tifus