banner

Cacar Air dan Pencegahannya

Penyakit cacar air/chicken pox/luti atau varisela, bisa menyerang orang dewasa namun 90% diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Justru gejala cacar air akan lebih serius jika terjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Gejala Cacar Air

§  Ruam merah yang dapat menyebar ke seluruh tubuh, terasa gatal.

§  Demam, rasa meriang

§  Rasa mual dan tubuh terasa tidak enak

§  Nafsu makan menurun atau tidak ada nafsu makan

§  Sakit kepala.

§  Kelelahan.

§  Nyeri otot

 

Cara Penularan

Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan cairan saat pengidap bersin atau batuk. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus cacar air jika telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.

Saat-saat yang harus dihindari adalah 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar satu minggu setelah munculnya ruam).

Terdapat beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko Anda untuk tertular penyakit ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:


§  Belum pernah terkena cacar air sebelumnya

§  Ibu hamil yang belum menerima vaksin cacar air dan belum pernah terkena cacar air.

§  Bayi, terutama yang baru lahir, yang memiliki ibu yang belum menerima vaksin cacar air.

§  Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya karena mengidap HIV, mengunakan obat-obatan steroid, atau menjalani kemoterapi.

§  Orang yang berinteraksi dengan penderita cacar air secara langsung

§  Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.

§  Serumah dengan anak-anak.

 

Pengobatan Cacar Air

Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya karena disebabkan oleh virus, jadi bersifat self-limiting. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala.

§  Jangan menggaruk bintil cacar air karena dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada kulit dan menyisakan bekas luka. Memotong kuku anak, dapat juga mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine.

§  Tetap mandi 2x sehari untuk menjaga kebersihan tubuh.

§  Banyak minum dan tetap makan makanan yang bergizi

§  Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar dapat mencegah  iritasi kulit yang lebih parah.

§  Gunakan obat pereda sakit atau analgesik jika perlu. Paracetamol dapat dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Jangan berikan aspirin kepada anak yang sedang menderita cacar air karena dapat menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius pada otak dan hati.

Obat antivirus Acyclovir bisa meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah ruam muncul, namun dosis harus sesuai dengan anjuran dokter.  Acyclovir berfungsi meringankan gejala-gejala cacar air dan bukan menyembuhkannya.

Dokter juga dapat menganjurkan terapi immunoglobulin. Terapi varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus. Terapi immunoglobulin diberikan bukan bertujuan untuk  mengobati cacar air melainkan sebagai langkah perlindungan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi cacar air yang parah.

 

Risiko Komplikasi Cacar Air

Orang-orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini membutuhkan pengobatan yang lebih intensif, yaitu ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes. Gejala tidak biasa yang sebaiknya diwaspadai meliputi infeksi yang terjadi pada bintil-bintil di kulit, atau jika anak mengalami muntah,  leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, bicara, dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Segera hubungi dokter jika kondisi cacar air makin serius.

Terdapat sejumlah komplikasi pada cacar air yang mungkin terjadi, khususnya pada mereka yang berisiko tinggi:

·         Infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih.

·         Pneumonia, terutama pada pengidap cacar air dewasa yang merokok

·         Dehidrasi.

·         Radang otak atau ensefalitis.

·         Radang selaput otak atau Meningitis.

·         Sindrom varisela kongenital. Sindrom ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi, seperti katarak, luka pada kulit, atau kerusakan pada otak, serta tangan atau kaki yang pendek. Resiko ini dapat dialami apabila ibu hamil terkena cacar air pada 7 bulan pertama kehamilan. Penularan cacar air ke bayi juga bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. Jika ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.

Langkah Pencegahan Cacar Air

Langkah paling efektif untuk mencegah cacar air dan komplikasinya adalah dengan vaksinasi. Di Indonesia, meskipun cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan. Vaksin ini hanya dapat diberikan pada anak berusia satu tahun atau lebih. Pemberian vaksin cacar air biasa dianjurkan untuk melindungi orang-orang yang berisiko tinggi terkena cacar air serius atau berisiko menularkannya pada banyak orang. Misalnya, pekerja medis atau anak yang tinggal serumah dengan orang tua dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Penularan cacar air umumnya sangat mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan cacar air terhadap penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah atau kantor. Terutama 1-2 hari sebelum kemunculan ruam hingga 1 minggu ke depan setelah awal munculnya ruam (ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng).

 

Khusus bagi wanita yang berencana memiliki anak, tundalah kehamilan Anda selama setidaknya tiga bulan setelah menerima vaksin cacar air. Vaksin juga tidak dianjurkan bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker.

Jika Anda tinggal bersama pengidap cacar air, penularannya dapat Anda cegah dengan:

§  Mencuci tangan, terutama setelah terjadi kontak dengan pengidap.

§  Mengenakan masker.

§  Menggunakan cairan pembasmi kuman untuk menyeka benda atau permukaan yang mungkin terpajan virus.

§  Mencuci baju atau seprai pengidap secara rutin dan terpisah.

Risiko Cacar Api/ Cacar Ular/Shingles (Herpes Zoster)

Cacar air hanya mengenai seseorang 1 kali sepanjang hidupnya, akan tetapi virus tersebut tidak pernah hilang dari dalam tubuh dan dapat menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh dan pada saat orang tersebut menurun daya tahan tubuhnya maka virus tersebut dapat mengalami reaktivasi / kambuh kembali dalam bentuk herpes zoster.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Soldier of God

 

Alamat Radio
Depan SPBU Kakaskasen 2
Kota Tomohon Sulawesi Utara

Happy Holy Kids Tomohon

 

Contact Person
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
No tlpn kantor: 0431-356364

Rumah Kost Eirene

 

Contact Interaktif
No tlpn interaktif: 0431-354100
SMS: 085256434100
Home Artikel News Kesehatan Cacar Air dan Pencegahannya